Selasa, 10 Juli 2012

JANGAN SOMBONG


Ada seorang filsuf yang menaiki sebuah perahu kecil ke suatu tempat. Karena merasa bosan dalam perahu, kemudian dia pun mencari pelaut untuk berdiskusi.

Filsuf menanyakan kepada pelaut itu: ” Apakah Anda mengerti filosofi?”
“Tidak mengerti.” Jawab pelaut.
“Wahh, sayang sekali, Anda telah kehilangan setengah dari seluruh kehidupan Anda.

Apakah Anda mengerti matematika?” Filsuf tersebut bertanya lagi.
“Tidak mengerti juga.” Jawab pelaut tersebut.

Filsuf itu, menggelengkan kepalanya seraya berkata:
“Sayang sekali, bahkan Anda tidak mengerti akan matematika.
Berarti Anda telah kehilangan lagi setengah dari kehidupan Anda.”

Tiba-tiba ada ombak besar, membuat perahu tersebut terombang-ambing. Ada beberapa tempat telah kemasukan air,
Perahu tersebut akan tenggelam, filsuf tersebut ketakutan. Seketika, pelaut pun bertanya pada filsuf: ” Tuan, apakah Anda bisa berenang?”

Filsuf dengan cepat menggelengkan kepalanya dan berkata: “Saya tidak bisa, cepat tolonglah saya.”
Pelaut menertawakannya dan berkata: “Berenang Anda tidak bisa, apa arti dari kehidupan Anda? Berarti Anda akan kehilangan seluruh kehidupan Anda.”

Semua orang sebenarnya memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Bangga atas prestasi itu wajar saja, tetapi jangan sampai membuat diri sendiri menjadi sombong maupun angkuh akan prestasi tersebut. Ingatlah, selalu ada yang lebih pintar dari kita. Dan kita juga masih perlu belajar dari kelebihan orang lain.

Senin, 09 Juli 2012

MAKSIMALKAN POTENSI ITU PILIHAN

Ini adalah kisah yang dialami oleh sebuah keluarga burung. Si induk menetaskan beberapa telor menjadi burung-burung kecil yang indah dan sehat. Si induk pun sangat bahagia dan merawat mereka semua dengan penuh kasih sayang.


Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Burung-burung kecil inipun mulai dapat bergerak lincah. Mereka mulai belajar mengepakkan sayap, mencari-cari makanan untuk kemudian mematuknya. Dari beberapa anak burung ini tampaklah seekor burung kecil yang berbeda dengan saudaranya yang lain.

Ia tampak pendiam dan tidak selincah saudara-saudaranya. Ketika saudara-saudaranya belajar terbang, ia memilih diam di sarang daripada lelah dan terjatuh, ketika saudara-saudaranya berkejaran mencari makan, ia memilih diam dan menantikan belas kasihan saudaranya. Demikian hal ini terjadi seterusnya.



Saat sang induk mulai menjadi tua dan tak sanggup lagi berjuang untuk menghidupi anak-anaknya, Si anak burung ini mulai merasa sedih. Seringkali ia melihat dari bawah saudara-saudaranya terbang tinggi di langit. Ketika saudara-saudaranya dengan lincah berpindah dari dahan satu ke dahan yang lain di pohon yang tinggi, ia harus puas hanya dengan berada di satu dahan yang rendah. Ia pun merasa sangat sedih.



Dalam kesedihannya, ia menemui induknya yang sudah tua dan berkata, “ Ibu, aku merasa sangat sedih, mengapa aku tidak bisa terbang setinggi saudara-saudaraku yang lain, mengapa aku tidak bisa melompat-lompat di dahan yang tinggi aku hanya bisa berdiam di dahan yang rendah?”

Si induk pun merasa sedih dan dengan air mata ia berkata, “ Itulah pilihanmu nak.”

====================================================================================

Kita hidup selalu diperhadapkan dengan pilihan-pilihan, dan keberadaan kita saat ini, karena pilihan yang telah kita buat sebelumnya. seperti halnya dengan burung kecil ini pada contoh di atas, sebenarnya dia diciptakan untuk terbang, namun dia lebih memilih untuk diam dan tidak berbuat apa-apa.



Allah SWT selalu memberi penunjuk jalan bagi kita, namun keputusan untuk memilih ada di tangan kita. Tergantung bagaimana cara kita memilihnya. Seringkali kita memilih tidak sesuai petunjuk Allah SWT, memilih ini dengan cara kita sendiri. Allah SWT memanggil kita untuk menjadi khalifah di dunia ini, tetapi kita lebih sering memilih untuk menjadi batu sandungan bagi dunia ini dengan perbuatan-perbuatan kita. Dalam kehidupan kita saat ini diperhadapkan kepada baik atau buruk.



Apakah kita memilih hidup yang kita jalani ini menjadi baik atau justru sebaliknya menjadi buruk. Apakah kita mau memaksimalkan hidup ini atau justru kita memilih hidup biasa-biasa saja? Pilihan ada pada kita. Jangan pernah menyalahkan kehidupan ini, karena apabila kita salah memilih, maka itu akan mempengaruhi kehidupan kita di masa yang akan datang.

Minggu, 08 Juli 2012

PENJAGA KEBUN MARKISA


Dikisahkan, ada seorang mantan budak dimerdekakan oleh tuannya. Namanya Mubarak. Setelah merdeka, dia bekerja pada seorang pemiliki kebun sebagai buruh. Suatu hari, sang tuan mengunjungi kebunnya bersama dengan beberapa sahabatnya. Dipanggillah Mubarak, "petikkan kami beberapa buah delima yang manis!," pintanya.

Bergegaslah Mubarak melaksanakan perintah sang tuan. Dia memetik beberapa buah delima dan diserahkannya kepada sang majikan dan beberapa sahabatnya tadi.

Namun, ketika majikannya mencicipi delima yang dipetik Mubarak, tak satupun ada yang manis. Semuanya masam. Sang majikan marah dan menanyai mubarak, "apa kamu tak bisa membedakan delima yang manis dan yang masam?"

"Maafkan saya tuan, selama ini tuan belum pernah mempersilahkan dan mengizinkan saya makan sebuahpun, bagaimana saya bisa membedakan delima yang manis dan yang masam?," jawab Mubarak. 

Sang tuan merasa kaget dan tak percaya, bertahun-tahun bekerja di kebun itu, tapi Mubarak tak pernah makan satu buahpun. Maka ia menanyakan hal itu kepada tetangga-tetangganya. Mereka semua menjawab, Mubarak tak pernah makan delima barang sebuahpun.

Singkat cerita, selang beberapa hari, sang tuan datang menemui Mubarak untuk dimintai pendapatnya. "Aku hanya punya seorang anak perempuan, dengan siapa aku harus menikahkannya?" 

Mubarak menjawab dengan tenang, "tuan, orang Yahudi menikahkan karena kekayaan, orang Nashrani menikahkan karena ketampanan, orang Jahiliyah menikahkan karena nasab kebangsawanan, sedangkan orang Islam menikahkan karena ketakwaan. Tuan termasuk golongan mana silahkan tuan menikahkan putri tuan dengan cara mereka!"

Pemilik kebun itu berkata, "demi Allah, aku hanya akan menikahkan putriku atas dasar ketakwaan. Dan aku tidak mendapati laki-laki yang lebih bertakwa kepada Allah melebihi dirimu. Maka aku akan menikahkan putriku denganmu."

Subhanallah, Mubarak menjaga dirinya dari makan buah delima di kebun yang dia bekerja di sana karena belum pernah diizinkan oleh pemiliknya, namun akhirnya Allah anugerahkan kebun itu beserta pemiliknya kepadanya. Balasan memang sesuai dengan amal. Barangsiapa meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik. 


Sabtu, 07 Juli 2012

ANAK YANG KEHILANGAN UANG 10 RIBU


Anak yang kehilangan uang terlihat sangat sedih. Paman anak tersebut merasa kasihan, kemudian dia menghampiri anak itu.
“Kenapa kamu menangis?” tanya pamannya dengan penuh kasih sayang.
“Uang saya hilang Rp10.000.” katanya sambil terisak-isak.
“Tenang saja, nich paman ganti yah… paman kasih Rp10.000 buat kamu. Jangan menangis yah!” kata pamannya sambil menyerahkan selembar uang Rp10.000. Namun, sia anak tetap saja menangis. Kenapa?
“Kenapa kamu masih menangis saja? Kan sudah diganti?” tanya pamannya.
“Kalau tidak hilang… uang saya sekarang Rp 20.000.” kata anak itu dan terus menangis.
Pamannya bingung…
“Terserah kamu saja dech….”, katanya sambil pergi.
Ayahnya yang baru pulang kantor mendapati anaknya masih menangis.
“Kenapa sayang? Koq menangis sich. Lihat mata kamu, sudah bengkak begitu. Nangis dari tadi yah?” tanyanya sambi menyeka air mata anaknya.
“Uang saya hilang Rp10.000.” kata anaknya mengadu.
“Ooohhh. Lho itu punya uang Rp10.000? Katanya hilang?” tanya ayahnya yang heran karena dia melihat anaknya memegang uang Rp10.000
“Ini dari paman…. uang saya hilang. Kalau tidak hilang saya punya Rp20.000.” jawabnya sambil terus menangis.
“Sudahlah…. nih ayah ganti. Ayah ganti dengan uang yang lebih besar. Ayah kasih kamu Rp20.000. Jangan menangis lagi yah!” kata ayahnya sambil menyerahkan selembar uang Rp20.000.
Si anak menerima uang itu. Tetapi masih tetap saja menangis. Ayahnya heran, kemudian bertanya lagi.
“Kenapa masih menangis saja? Kan sudah diganti?”
“Kalau tidak hilang, uang saya Rp40.000.”
Ayahnya hanya geleng-geleng kepala.
“Kalau gitu dikasih berapa pun, kamu akan nangis terus.” sambil mengendong anaknya.

Apakah kisah ini nyata? Tidak, ini hanya rekayasa. Dalam kenyataannya banyak orang yang memiliki sikap seperti anak tadi. Dia hanya melihat apa yang tidak ada, dia hanya melihat apa yang kurang, tanpa melihat sebenarnya dia sudah memiliki banyak hal. Sifat manusia yang selalu merasa kurang padahal nikmat Allah begitu banyaknya sudah dia terima.

Jangan mencari apa yang tidak atau belum ada pada diri anda. Tapi bersyukurlah dengan apa yang ada, dan manfaatkan dengan sebaik-baiknya dan maksimal untuk kemajuan dan kesuksesan anda.
Bersyukurlah jika Anda merasa tersindir dengan dongeng motivasi di atas, artinya Anda perlu berubah sekarang.

Jumat, 06 Juli 2012

MENYELESAIKAN MASALAH


Apa yang akan anda lakukan ,jika saat ini anda sedang menghadapi masalah besar ?





Apakah anda akan frustasi ?

Atau lari dari masalah anda ?

Atau anda akan tetap semangat ,bersyukur dan disiplin dalam berusaha mencari solusi untuk menyelesaikan msalah yang sedang anda hadapi ?

Pada Dasarnya Tidak Ada Satupun Masalah Yang Tidak Dapat Diselesaikan, Semua Masalah Baik Masalah Kecil ,Maupun Masalah Besar Pasti Ada Solusi ,Karena ,Jika Tidak Ada Solusinya ,Itu Adalah Fakta Hidup Yang Harus Kita Jalani.


Sebelumnya kita harus benar-benar mengetahui bahwa yang namanya hidup di dunia pasti ada masalah ,karena jika tidak ada masalah itu namanya bukan hidup didunia ,melainkan di surga.


Kita juga harus menjadikan masalah yang kita hadapi sebagai kesempatan kita belajar untuk menjadikan kita semakin dewasa, oleh sebab itu jika kita sedang menghadapi masalah ,jangan frustasi ,apalagi harus lari dari masalah ,kita harus tetap menjaga semangat ,tetap bersyukur dan  tetap berusaha untuk menyelesaikan masalah tersebut.


Lantas bagaimana caranya ?


Cara terbaik untuk menyelesaikan masalah ,yang harus anda lakukan sekarang adalah ,ambil sebuah pena (alat tulis) dan selembar kertas kosong, kemudian anda mulai menulis atau membuat daftar masalah anda dari masalah kecil sampai masalah paling besar ,urutkan dari satu sampai seterusnya, kemudian tentukan tanggal kapan anda akan menyelesaikannya.

Apakah dengan membuat daftar masalah ,kita menyelesaikan semua masalah ?

Jawabannya : "IYA".

Selama kita tetap semangat berusaha mencari solusi ,melakukan ,tetap bersyukur dan fokus pada hasil baik dari solusi tersebut ,bukan fokus pada dampak buruk dari masalah itu.
Intinya dengan komitmen dan disiplin bertindak ,percayalah apa yang anda khawatirkan ,tidak akan benar-benar terjadi ,karena jika apa yang anda khawatirkan itu benar-benar terjadi ,SELAMAT BUAT ANDA.
Loh ,kok SELAMAT ? Iya ,karena anda telah berhasil menjadi PERAMAL Sukses.


Kamis, 05 Juli 2012

BELAJAR DARI LEBAH


Lebah tidak hanya sebagai hewan penghasil madu saja. Tetapi di balik semua itu, Allah SWT telah menciptakan lebah agar manusia juga bisa belajar dari lebah untuk mengambil hikmah. Apa saja yang bisa kita pelajari dari lebah?
“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah : “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan ditempat-tempat yang di buat manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuh jalan Tuhanmu yang telah di mudahkan (bagimu)”. Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.” (QS. An-Nahl: 68-69)

Hikmah yang dapat di ambil dari lebah sebagai berikut.

1. Lebah hanya memakan makanan yang baik dan berguna. Sehingga yang di hasilkan juga yang adalah yang terbaik seperti madu. Seperti halnya kita ada baiknya kita hanya memakan makanan yang baik dan berguna.

2. Lebah menghasilkan madu yang sangat bermanfaat bagi manusia. Pelajaran yang bisa kita dapatkan dari lebah adalah bahwa kita sebagai manusia agar berguna bagi sesama.

3. Lebah membuat sarang sesuai apa yang telah ditentukan oleh Allah SWT.

4. Setiap lebah berpijak tidak ada dahan yang patah. Artinya di manapun dia berada lebah tidak merugikan alam sekitarnya.

5. Ketika lebah di ganggu mereka akan menyerang bersama-sama meskipun harus mengorbankan jiwa mereka. Ini adalah sebuah sikap yang bisa di tiru dari lebah.

Saya mencoba berbagi. Semoga bermanfaat bagi pembaca blog ini dan juga semoga bermanfaat untuk saya secara pribadi.

Sumber : ilawati-apt.com

Rabu, 04 Juli 2012

NEVER EVER GIVE UP


Coba rusak jaring laba-laba dan dengan segera jaringnya akan di buat lagi. Ambil madu lebah maka dengan cepat mereka buat sarang baru yg menghasilkan madu. Coba hancurkan rumah semut maka dalam waktu singkat mereka akan sibuk menuntaskannya.

Laba-laba, Lebah & Semut memberi inspirasi kepada kita tentang bagaimana menghadapi kerasnya kehidupan ini dengan satu tekad: “PANTANG MENYERAH & SEGERA BANGKIT !!!”

Jangan pernah menyerah jika sedang berusaha meraih impian Anda. Tidak ada alasan untuk menyerah.

“Orang yg gagal selalu mencari-cari alasan, tapi orang yang berhasil selalu mencari jalan.”

Taukah kita bahwa berhasil dalam hidup ini tidak hanya sekadar berada pada tempat & waktu yg tepat, tapi sering kali juga berada pada tempat & waktu yg salah, namun kita tidak pernah menyerah sehingga ketika waktunya tepat, kita pasti berhasil dan bisa meraih Impian kita.

Kita boleh saja memiliki impian yang besar, tapi tanpa semangat, kerja keras, ketabahan hati, tahan uji, pantang menyerah, maka impian itu hanyalah sebuah fantasi atau khayalan belaka.

Kita tak akan pernah melihat impian itu menjadi nyata dalam hidup ini. Kita hanya bisa menikmati impian dalam pikiran atau imajinasi saja. Pikirkanlah ini !!!

Ketika kita putus asa, ragu, lelah atau hampir diambang kegagalan, ingatlah kembali akan impian yg ingin diraih. Impian itu akan menjadi sumber inspirasi yg akan selalu menguatkan kita & memberi sebuah motivasi yang besar.

Hidup ini memang keras tetapi bukan berarti harus menyerah begitu saja tanpa mencoba cara yg lain. Biarlah kesuksesan yg ditemukan pada diri orang lain menjadi cambuk untuk kita bangkit kembali.

Kalau mereka bisa berhasil kenapa kita tidak bisa seperti mereka.

JANGAN PERNAH MENYERAH !
TERUSLAH BERJUANG SAHABATKU!!!

It’s a life… Your life… It’s My Life !!!

Sumber : Rudy Lim
Inspirator Muda No.1 Indonesia

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger