Sabtu, 25 Desember 2010

bagi waktu...teman atau bisnis....

dua hari  ini mungkin agak berbeda dari biasanya, serasa keseharian di masa remaja kembali mengisi ruang hidupku. mungkin ini ada kaitannya dengan kedatangan teman dari wamena, yang datang ke makassar untuk berjumpa dengan keluarga dan tentunya untuk bersenang-senang dengan kawan-kawan lamanya. mulai dari begadang di pantai losari sampai harus kembali ke dalam studio musik, tampak aneh apalagi disaat bermain musik sungguh tak disangka akan kembali lagi di kursi sebagai seorang drummer. lagunya mulai dari pop alternatif sampai back to rocker di tampilkan kembali, padahal skill drummer yang kumiliki telah luntur seiring waktu. padahal banyak sekali konsep yang harus kupersiapkan seperti persiapan rapat kerja makassarpreneur, membuat penawaran sayur ke pasar modern di kota makassar dan masih  banyak lainnya. jadi entrepreneur harus pandai membagi-bagi waktu mana waktu untuk berteman dan mana waktu untuk berbisnis, untungnya ada salah satu teman yang siap juga untuk merintis usaha bersama-sama jadi waktu bersosial dan berbisnisnya ga repot lagi...andai semua temanku mau berbisnis dengan senang hati ku akan berbagi pengalaman...

Rabu, 22 Desember 2010

Lika liku pembiayaan

Hari ini petualanganku cukup memuaskan, rasa penasaran tentang pembiayaan ventura yang sepengetahuanku dari beberapa referensi terjawab sudah. ternyata semua hanya sebatas daya tarik saja. Hal ini membuatku lebih paham mengapa UKM di negeri ini tertatih-tatih dalam membangun dan mengembangkan usahanya. Ternyata sistem yang diterapkan sama saja dengan sistem perbankan padahal mereka tetap saja masih menggunakan label ventura pada nama perusahaan mereka atau menjadi salah satu pelayanannya kepada calon nasabah. Dari hasil percakapan dengan salah satu staf perusahaan pembiayaan, mengapa saat ini pembiayaan ventura sistemnya sama saja dengan perbankan? staf tersebut menjawab bahwa untuk wilayah di Indonesia sistem pembiayaan ventura belum dapat diterapkan karena dari beberapa pengalaman yang lalu banyaknya pengusaha yang asal-asalan yang tidak bertanggung jawab atas pembiayaan yang telah diterima ditambah banyaknya nasabah yang melakukan kongkalikong dalam membuat arus kas dari perusahaan yang dipimpinnya tersebut. sehingga dividen dari laba perusahaan tersebut yang akan dibagi dengan pembiayaan ventura jauh jadi lebih kecil padahal secara faktual perusahaan yang berjalan tersebut sangat meningkat. Hal seperti inilah yang menjadi dasar dari kebijakan pimpinan pembiayaan ventura sehingga penerapannya sama persis dengan sistem perbankan. namun apakah dengan track record yang  bisa dibilang suram tersebut menjadi hukuman bagi generasi UKM berikutnya?haruskah seluruh pejuang perekononomian bangsa ini baik di masa dan pasca krisis moneter  di generalisasikan dengan kelompok minoritas yang tidak bertanggung jawab tersebut?padahal dengan sistem pembiayaan ventura -menurut referensi- amat sangat kompatibel dengan keadaan dan kebutuhan para pelaku UKM saat ini, dimana pembiayaan ventura membiayai kegiatan usaha tanpa adanya agunan dengan sistem bagi hasil yang bisa disesuaikan dengan jenis usaha. hal ini seyogyanya jadi "PR" kita bersama, bagaimana sistem pembiayaan ventura dapat di implementasikan kepada masyarakat khususnya para pelaku UKM bersama dengan pihak -pihak terkait terutama pemerintah sebagai penggerak bangsa yang tercinta ini.

Senin, 20 Desember 2010

pns oh pns...

hari ini kulihat banyak sekali apresiasi di dinding facebook tentang hasil dari pengumuman seleksi cpns. ada yang senang sampai posting beberapa kali di akunnya ada pula yang sebal, bahkan akun dari salah satu media cetak lokal di hack untuk menyalurkan kekesalan yang dialaminya. posting tentang penyuapan, ada keluarga istilah kerennya ada dekkeng, ajang cari duit anggota dprd dan masih banyak lagi keluhan-keluhan lainnya.
hal ini sangat berbeda dengan minat untuk jadi entreprenuer, jangankan untuk action ikut seminar tentang wirausaha saja bukan main sulitnya mengumpulkan peserta. padahal mereka sudah tahu bahwa alumni dari perguruan tinggi tiap tahunnya itu menghasilkan puluhan ribu sarjana sedangkan lapangan kerja hanya dapat menyerap ribuan tenaga kerja apalagi pns yang hanya menyerap paling banyak ratusan, bahkan belum lama ini pernah jadi headline sebuah media lokal hanya 1 kursi diperebutkan ratusan pendaftar pns.
pns oh pns, daya tarikmu memang sungguh mempesona...orang-orang dapat kau hipnotis mulai dari orang tua sampai kepada kawula muda. diantara ribuan pecintamu hanya puluhan saja yang kau pinang, sisanya kau telantarkan...kompetisi yang sengit inilah menjadi dasar dari pengambilan berbagai macam cara untuk mendapatkannya.

pertanyaannya sampai kapankah mindset seperti ini menjangkiti pikiran kita...???

Minggu, 19 Desember 2010

pra bisnis

memulai bisnis memang tak semudah membalikkan telapak tangan, karena dibutuhkan kemauan yang besar...banyak orang yang pandaipun belum tentu dapat terjun kedunia bisnis yang dengan mudah menggapai apa yang dinginkannya apalagi orang yang tidak pandai. ibarat sebuah kapal yang akan melayari "samudera "dimana akan menenggelamkan setiap calon entrepreneur yang akan mengarunginya...terlalu ironis yah...tapi seperti itulah kenyataan yang akan dihadapi...akan tetapi secara faktual yang berhasil selama ini, kesuksesan tidak memilih siapa yang lebih pandai, yang terpilih adalah orang-orang yang berani berani berlayar kemudian tenggelam di kedalaman "samudera", bangkit berenang ke tepian dan menggunakan pengalamannya untuk mencoba secara terus menerus mengarungi samudera yang pada akhirnya hanya kegigihanlah yang akan membawanya ke tepian selanjutnya...

welcome to my blog...

semoga dengan blog ini, makin bertambah ilmu...amin...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger